Doa adalah ibadah yang sangat agung dan merupakan inti dari penghambaan seorang muslim kepada Allah Ta’ala. Meski Allah mendengar doa hamba-Nya kapan saja, terdapat waktu-waktu tertentu yang disebutkan secara khusus dalam Al-Qur’an dan hadits sebagai saat-saat yang lebih besar peluangnya untuk dikabulkan.
Sepertiga Malam Terakhir
Waktu yang paling utama untuk berdoa adalah pada sepertiga malam terakhir, sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala turun setiap malam ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam yang terakhir. Dia berfirman, ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka Aku akan kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku akan beri. Siapa yang memohon ampun kepada-Ku, maka Aku akan ampuni.'” (HR. Bukhari no. 1145, Muslim no. 758)
Saat Sujud dalam Shalat
Ketika seorang hamba bersujud, ia berada pada posisi paling dekat dengan Allah Ta’ala, sehingga dianjurkan untuk memperbanyak doa pada saat tersebut:
“Keadaan paling dekat seorang hamba dengan Rabb-nya adalah ketika ia sedang sujud, maka perbanyaklah doa (ketika itu).” (HR. Muslim no. 482)
Antara Adzan dan Iqamah
Jeda waktu antara adzan dan iqamah juga termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Doa tidak akan ditolak antara adzan dan iqamah.” (HR. Abu Dawud no. 521, Tirmidzi no. 212, dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani)
Pada Hari Jumat
Hari Jumat memiliki satu waktu khusus yang sangat besar peluang terkabulnya doa, sebagaimana disebutkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Pada hari Jumat terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang muslim mendapati waktu tersebut dalam keadaan berdiri shalat lalu ia meminta sesuatu kepada Allah, melainkan Allah akan memberikan permintaannya tersebut.” (HR. Bukhari no. 935, Muslim no. 852)
Mayoritas ulama berpendapat bahwa waktu ini berada di akhir waktu Ashar menjelang Maghrib pada hari Jumat, meski terdapat pula pendapat lain yang menyebutkan waktu ketika khatib duduk di antara dua khutbah hingga selesainya shalat Jumat.
Waktu-Waktu Mustajab Lainnya
- Ketika turun hujan, sebagaimana para ulama salaf menganjurkan untuk berdoa pada saat hujan turun karena merupakan waktu yang penuh rahmat.
- Saat berbuka puasa, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa doa orang yang berpuasa ketika berbuka tidak akan ditolak (HR. Tirmidzi no. 3598, dinilai hasan oleh sebagian ulama).
- Doa seorang musafir (orang yang sedang bepergian), termasuk salah satu doa yang mustajab dan tidak diragukan terkabulnya (HR. Abu Dawud no. 1536, Tirmidzi no. 1905).
- Doa orang yang terzalimi, sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memperingatkan untuk berhati-hati terhadap doa orang yang terzalimi, karena tidak ada hijab antara doa tersebut dengan Allah (HR. Bukhari no. 1496, Muslim no. 19).
- Ketika meminum air zamzam dengan niat dan doa tertentu, berdasarkan hadits yang menyebutkan bahwa air zamzam sesuai dengan niat peminumnya (HR. Ibnu Majah no. 3062, dinilai hasan oleh sebagian ulama).
Adab yang Perlu Diperhatikan Saat Berdoa
- Memulai dengan memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi sebelum menyampaikan permohonan.
- Yakin bahwa doa akan dikabulkan, tidak berdoa dengan hati yang ragu-ragu atau lalai.
- Menghindari makanan dan harta yang haram, karena hal ini menjadi salah satu penghalang terkabulnya doa.
- Tidak tergesa-gesa dan merasa doanya tidak dikabulkan, karena Allah mengabulkan doa dengan cara dan waktu yang terbaik menurut-Nya.
Tanya Jawab Seputar Waktu Mustajab
Apakah doa di luar waktu-waktu mustajab tidak akan dikabulkan?
Tidak demikian. Allah Ta’ala dapat mengabulkan doa kapan saja, karena waktu-waktu mustajab hanyalah saat-saat yang disebutkan secara khusus memiliki peluang lebih besar untuk dikabulkan, bukan berarti doa di luar waktu tersebut tertolak sama sekali.
Mengapa terkadang doa terasa belum dikabulkan meski sudah berdoa di waktu mustajab?
Allah Ta’ala mengabulkan doa dengan tiga cara: memberikan apa yang diminta secara langsung, menggantinya dengan kebaikan lain yang lebih bermanfaat di dunia, atau menyimpannya sebagai pahala di akhirat. Oleh karena itu, setiap doa yang dipanjatkan dengan adab yang benar pasti memiliki hikmah dan hasil, meski tidak selalu sesuai dengan keinginan awal peminta.
Apakah boleh berdoa dengan bahasa selain bahasa Arab?
Boleh, terutama untuk doa-doa di luar bacaan wajib dalam shalat. Yang terpenting adalah kesungguhan dan pemahaman terhadap apa yang dipanjatkan, meskipun lebih utama bila seseorang juga mempelajari doa-doa yang diajarkan dalam bahasa Arab sesuai contoh dari Al-Qur’an dan hadits.
Kesimpulan
Allah Ta’ala telah menyediakan berbagai waktu istimewa yang memiliki peluang besar untuk terkabulnya doa, mulai dari sepertiga malam terakhir, saat sujud, antara adzan dan iqamah, hingga waktu mustajab pada hari Jumat. Seorang muslim hendaknya memanfaatkan momen-momen berharga ini dengan memperbanyak doa disertai adab yang benar, sembari senantiasa yakin bahwa Allah akan mengabulkan setiap doa dengan cara terbaik menurut-Nya.









