Daily Muslim
  • News
  • Guideline
    • Bersuci
    • Shalat
    • Puasa
    • Haji dan Umrah
    • Hukum Islam
    • Pernikahan
    • Jual Beli
    • Kurban
    • Wakaf
  • Lifestyle
  • Insight
  • Muslimah
  • Parenting
  • Doa Islami
No Result
View All Result
Daily Muslim
  • News
  • Guideline
    • Bersuci
    • Shalat
    • Puasa
    • Haji dan Umrah
    • Hukum Islam
    • Pernikahan
    • Jual Beli
    • Kurban
    • Wakaf
  • Lifestyle
  • Insight
  • Muslimah
  • Parenting
  • Doa Islami
No Result
View All Result
Daily Muslim
Home Insight

Kumpulan Hadits tentang Hilal Bulan Ramadhan

by Daily Muslim
29 Oktober 2023
kumpulan hadits tentang hilal
Share ke WAShare ke TelegramShare ke FB

Tahukah kamu bahwa hilal merupakan salah satu penanda dimulainya bulan baru dalam Islam?

Hilal adalah bulan sabit yang pertama kali muncul setelah terjadinya gerhana bulan atau setelah bulan sabit sebelumnya menghilang.

Dalam Islam, penetapan awal bulan berdasarkan hilal sangat penting. Hal ini karena banyak ibadah yang berkaitan dengan awal bulan, seperti puasa Ramadhan dan haji. Oleh karena itu, penting bagi umat Islam untuk mengetahui bagaimana cara melihat hilal.

Dalam artikel ini, akan dibahas kumpulan hadits tentang hilal yang telah kami kumpulkan dari beberapa kitab rujukan, salah satunya adalah kitab hadits Al-Muwattha’ Imam Malik.

Hadits-hadits tersebut akan dibahas secara singkat dan jelas, sehingga kamu lebih mudah memahaminya.

Mari kita mulai.

Daftar Isi

Toggle
  • Hadits tentang Hilal
    • Hadits Pertama
    • Hadits Kedua
    • Hadits Ketiga
    • Baca Juga
    • 3 Ayat Al-Quran Tentang Perintah Haji dan Haditsnya
    • Mandi Wajib Setelah Imsak, Apakah Puasanya Sah?
  • Pentingnya Toleransi dalam Penentuan Awal Bulan dalam Islam

Hadits tentang Hilal

Hadits Pertama

Hadits ini ada dalam kitab Al-Muwattha’ Imam Malik, Bab Puasa, Hadits No. 557

Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Nafi’ dari Abdullah bin Umar, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sedang membahas tentang Ramadan. Beliau bersabda: “Janganlah kalian berpuasa hingga kalian melihat hilal, jangan kalian berbuka hingga kalian melihat hilal, namun jika hilal tertutup awan atas kalian maka genapkanlah!“

Dari hadits tersebut, kita dapat mengambil pelajaran bahwa Rasulullah SAW memerintahkan kita untuk berpuasa setelah melihat bulan sabit baru. Kita juga diperintahkan untuk berbuka (idul fitri) setelah melihat bulan sabit baru.

Namun jika bulan sabit baru tidak terlihat karena tertutup awan, maka umat Islam harus menggenapkan jumlah hari bulan sebelumnya menjadi 30 hari.

Hadits Kedua

Hadits ini ada dalam kitab Al-Muwattha’ Imam Malik, Bab Puasa, Hadits No. 558

Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Abdullah bin Dinar dari Abdullah bin ‘Umar bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Satu bulan itu ada dua puluh sembilan hari, maka janganlah berpuasa hingga kalian melihat hilal dan jangan berbuka hingga kalian melihat hilal. Jika hilal tertutup oleh awan dari penglihatan kalian maka genapkanlah.“

Hampir senada dengan hadits sebelumnya, pada hadits di atas kita tahu bahwa secara default, 1 bulan dalam Islam itu terdiri dari 29 hari, tapi jika kita tidak melihat hilal pada tanggal 29 malam harinya, maka kita diperintahkan oleh Rasulullah untuk menggenapkan bulan tersebut menjadi 30 hari.

Misalkan, bulan Ramadhan tahun ini memiliki 29 hari. Pada malam ke-29 Ramadhan, umat Islam tidak dapat melihat hilal karena tertutup awan. Maka, umat Islam harus berpuasa pada hari ke-30 Ramadhan.

Hadits Ketiga

Hadits ini ada dalam kitab Al-Muwattha’ Imam Malik, Bab Puasa, Hadits No. 559

Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Tsur bin Zaid Ad Dailami dari Abdullah bin ‘Abbas, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membahas tentang Ramadan. Beliau bersabda: “Janganlah kalian berpuasa hingga kalian melihat hilal dan jangan berbuka hingga kalian melihat hilal. Jika terhalang oleh awan, maka genapkanlah bilangannya menjadi tiga puluh.”

Hadits ini merupakan versi lain dari hadits sebelumnya yang memerintahkan kita untuk menggenapkan Bulan Ramadhan menjadi 30 hari jika kita tidak bisa melihat hilal pada tanggal 29 malam.

Pentingnya Toleransi dalam Penentuan Awal Bulan dalam Islam

Sebagai umat Islam yang hidup di Indonesia, kita harus menyadari bahwa kita memiliki keragaman dalam hal pendapat, termasuk dalam hal penentuan awal bulan. Ada dua pendapat yang umum dalam hal ini, yaitu pendapat yang menggunakan metode hisab (perhitungan) dan pendapat yang menggunakan metode rukyat (pengamatan).

Perbedaan pendapat dalam hal ini bukanlah sesuatu yang buruk. Justru, perbedaan pendapat adalah rahmat dari Allah SWT yang dapat memperkaya wawasan dan pemahaman kita. Dengan perbedaan pendapat, kita dapat saling belajar dan berdiskusi untuk mencari kebenaran.

Baca Juga

Arab Saudi Gelar Pemantauan Hilal Ramadan pada 10 Maret 2024

Hukum Berkurban dalam Islam: Dalil Al-Quran, Hadits, dan Pendapat Ulama

Untuk menghindari perselisihan, kita perlu bersikap toleran terhadap perbedaan pendapat dalam hal penentuan awal bulan. Kita harus menghormati pendapat orang lain, meski tidak sejalan dengan pendapat kita. Kita juga harus menghindari sikap saling menyalahkan atau menghakimi.

Untuk memudahkan kita dalam mengikuti penentuan awal bulan, kita dapat mengikuti keputusan pemerintah melalui Kementerian Agama. Keputusan pemerintah ini didasarkan pada hasil ijtihad dari para ulama dan ahli astronomi.

Demikianlah pembahasan tentang kumpulan hadits tentang hilal. Hadits-hadits tersebut menjelaskan tentang cara melihat hilal dan hukumnya. Hadits-hadits tersebut menjadi pedoman bagi umat Islam dalam menentukan awal bulan.

Semoga artikel ini dapat menambah wawasan kamu tentang hadits tentang hilal.

Tags: Al-Muwattha' Imam MalikDalil HaditsHilal

Artikel Terkait

hukum berbohong saat puasa apakah membatalkan puasa

Apakah Berbohong Membatalkan Puasa? Simak Penjelasannya

by Daily Muslim

Dalam madzhab Imam Syafi’I, ada 9 hal yang dapat membatalkan puasa, dan dari 9 hal...

mengganti utang puasa untuk orang yang sudah meninggal

Hari yang Diperbolehkan untuk Mengganti Puasa Ramadhan

by Daily Muslim

Puasa Ramadhan merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh kita sebagai umat Islam....

doa buka puasa dzahabazh zhoma'u wabtallatil uruqu wa tsabatal ajru insya allah

Doa Buka Puasa Dzahaba Dzoma’u (Arab, Latin dan Artinya)

by Daily Muslim

Tahukah kamu bahwa ada doa buka puasa versi lain yang juga sesuai dengan tuntunan hadits...

Load More

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terbaru

konferensi pers penentuan awal ramadan oleh kementerian agama

Tok! Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada Kamis 19 Februari 2026

buya yahya

Tarawih 8 atau 20 Rakaat? Begini Penjelasan Buya Yahya

logo nu dan muhammadiyah

Mengapa Awal Ramadan Sering Berbeda? Memahami Logika Fikih di Balik Perbedaan NU dan Muhammadiyah

anak kecil sedang tertawa

Panduan Lengkap Memberi Nama Bayi dalam Islam

juri hafiz indonesia 2026

Jadwal Tayang Hafiz Indonesia 2026: Saksikan Setiap Hari Pukul 13:30 WIB Selama Ramadan

Seedbacklink
  • Tentang
  • Hubungi
  • Periklanan
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • News
  • Guideline
    • Bersuci
    • Shalat
    • Puasa
    • Haji dan Umrah
    • Hukum Islam
    • Pernikahan
    • Jual Beli
    • Kurban
    • Wakaf
  • Lifestyle
  • Insight
  • Muslimah
  • Parenting
  • Doa Islami