Bulan Ramadhan seringkali disebut sebagai bulan sejuta diskon ampunan dari Allah SWT. Pintu surga dibuka lebar, pintu neraka ditutup rapat, dan setiap amal ibadah dilipatgandakan pahalanya.
Namun, tahukah kamu bahwa di tengah limpahan rahmat ini, ada orang-orang yang justru disebut celaka oleh Malaikat Jibril dan diaminkan langsung oleh Rasulullah SAW?
Dalam sebuah tausiyahnya, Buya Yahya menjelaskan sebuah hadis mengenai momen ketika Rasulullah SAW menaiki mimbar dan mengucapkan “Amin” sebanyak tiga kali.
Para sahabat yang heran kemudian bertanya, dan Rasulullah menjelaskan bahwa saat itu Malaikat Jibril datang membawa doa yang sangat menggetarkan hati.
Berikut adalah tiga golongan orang yang disebut celaka dan terjauh dari rahmat Allah menurut penjelasan Buya Yahya:
1. Orang yang Menjumpai Ramadhan, Tapi Tidak Mendapat Ampunan
Golongan pertama yang didoakan celaka adalah mereka yang diberikan kesempatan umur untuk bertemu dengan bulan suci Ramadhan, namun hingga bulan itu berlalu, dosanya tidak kunjung diampuni.
Buya Yahya mengibaratkan hal ini seperti seseorang yang berada di depan toko yang sedang membagikan barang gratis atau diskon besar-besaran, namun ia justru diam saja dan tidak mengambil kesempatan tersebut. “Sangat bodoh dan celaka orang yang masuk bulan Ramadhan tapi tidak mengambil sebab-sebab pengampunan,” ujar beliau.
Tidak adanya kerinduan untuk beribadah dan memperbaiki diri di bulan mulia ini menjadi tanda kerugian yang nyata.
2. Anak yang Masih Memiliki Orang Tua, Tapi Tidak Berbakti
Golongan kedua adalah seorang anak yang masih memiliki kedua orang tua (atau salah satunya), namun keberadaan mereka tidak menjadikannya masuk surga karena ia lalai berbakti.
Pintu surga sebenarnya ada di dalam rumah kita sendiri melalui ayah dan ibu. Buya Yahya menekankan bahwa banyak anak yang tanpa sadar menyiksa orang tuanya dengan cara yang halus, seperti terus merepotkan atau meminta sesuatu tanpa rasa tenggang rasa.
“Menghidupkan rasa berbakti adalah kunci keselamatan. Celakalah mereka yang menyia-nyiakan pintu surga yang sudah ada di depan mata,” tegas beliau.
3. Orang yang Mendengar Nama Rasulullah Disebut, Tapi Tidak Bershalawat
Golongan ketiga adalah orang yang ketika nama Nabi Muhammad SAW disebutkan di hadapannya, namun hatinya dingin dan lisan tidak bergerak untuk bershalawat.
Mengapa hal ini bisa menyebabkan kecelakaan?
Buya Yahya menjelaskan bahwa shalawat adalah bukti ikatan cinta antara umat dengan pembawa syariat. Jika seseorang tidak tergerak hatinya saat nama Rasulullah disebut, itu pertanda hatinya tidak tersambung dengan beliau.
Padahal, tanpa Rasulullah, kita tidak akan mengenal jalan menuju Allah. Orang yang pelit bershalawat adalah orang yang paling rugi karena ia memutus tali cinta dengan pemberi syafaat.
Penempatan bulan Ramadhan di urutan pertama dalam doa tersebut menunjukkan betapa mulianya waktu ini. Jangan sampai kita menjadi orang yang “nyungsep hidungnya ke tanah” atau celaka karena mengabaikan tiga peluang emas ini: kemuliaan Ramadhan, bakti kepada orang tua, dan cinta kepada Rasulullah SAW.
Mari kita manfaatkan sisa waktu yang ada untuk memperbanyak istighfar, memperbaiki bakti kepada orang tua, dan membasahi lisan dengan shalawat kepada Baginda Nabi Muhammad SAW.









