Kota Makkah Al-Mukarramah adalah tanah suci paling dicintai Allah dan Rasul-Nya, tempat berdirinya Ka’bah sebagai kiblat seluruh umat Islam. Berikut dalil-dalil lengkap keutamaannya.
Teks Hadits Utama
Dari Abdullah bin Adi bin Hamra RA, ia melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri di Al-Hazwarah (sebuah tempat di Makkah) seraya bersabda: “Demi Allah, sesungguhnya engkau adalah sebaik-baik bumi Allah, dan bumi Allah yang paling dicintai oleh Allah. Sekiranya aku tidak diusir darimu, niscaya aku tidak akan keluar (meninggalkanmu).” (HR. Tirmidzi no. 3925, dinilai hasan gharib shahih oleh Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al-Albani)
Tanah Haram yang Aman
أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا جَعَلْنَا حَرَمًا آمِنًا
Artinya: “Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Kami telah menjadikan (negeri mereka) tanah suci yang aman…” (QS. Al-‘Ankabut: 67)
Rumah Ibadah Pertama bagi Manusia
إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا
Artinya: “Sesungguhnya rumah (ibadah) yang pertama kali dibangun untuk manusia ialah Baitullah yang di Bakkah (Makkah), yang diberkahi…” (QS. Ali ‘Imran: 96)
Tanya Jawab Seputar Keutamaan Kota Makkah
Mengapa Rasulullah sangat mencintai Makkah meski sempat diusir darinya?
Makkah adalah kota kelahiran Rasulullah, tempat turunnya wahyu pertama, serta tempat berdirinya Ka’bah yang menjadi kiblat pertama penyembahan tauhid sejak zaman Nabi Ibrahim. Kecintaan yang mendalam terhadap kota ini mengajarkan umat Islam untuk tetap mencintai tanah kelahiran meski harus berhijrah karena tuntutan dakwah dan keimanan.
Apa saja larangan khusus di tanah haram Makkah?
Di antaranya: dilarang berburu binatang liar, menebang pohon yang tumbuh secara alami, mengambil barang temuan untuk dimiliki sendiri (kecuali untuk diumumkan), serta dilarang bagi non-muslim untuk memasuki wilayah tanah haram Makkah, sebagaimana diatur dalam berbagai hadits shahih tentang kesucian wilayah ini.
===
Referensi:
– HR. Tirmidzi no. 3925 (hasan gharib shahih, dishahihkan Al-Albani, dari Abdullah bin Adi bin Hamra RA)
– QS. Al-‘Ankabut: 67; QS. Ali ‘Imran: 96









