Hijir Ismail adalah area berbentuk setengah lingkaran di sisi Ka’bah yang merupakan bagian dari Ka’bah itu sendiri, dengan keutamaan khusus bagi yang beribadah di dalamnya. Berikut dalil-dalil lengkapnya.
Teks Hadits Utama: Bagian dari Ka’bah
Dari Aisyah RA, ia pernah berkeinginan untuk masuk ke dalam Ka’bah dan shalat di dalamnya. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menuntunnya masuk ke Hijir seraya bersabda: “Shalatlah di dalamnya (Hijir) apabila engkau ingin masuk ke dalam Ka’bah, karena sesungguhnya ini (Hijir) adalah bagian dari Ka’bah.” (HR. Tirmidzi, dinilai shahih)
Sejarah Hijir Ismail
Para ulama sejarah menjelaskan, pada masa pembangunan ulang Ka’bah oleh kaum Quraisy sebelum kenabian, dana yang terkumpul tidak mencukupi untuk membangun seluruh fondasi asli Ka’bah peninggalan Nabi Ibrahim, sehingga sebagian area di sisi utara (yang kini dikenal sebagai Hijir Ismail) tidak dimasukkan ke dalam bangunan Ka’bah, namun tetap dipagari sebagai penanda bahwa area tersebut masih termasuk bagian Ka’bah yang sebenarnya.
Tempat yang Diriwayatkan Mustajab untuk Berdoa
Terdapat pula riwayat yang menyebutkan keutamaan shalat dua rakaat di Hijir Ismail sebagai sarana penghapus dosa dan diampuni oleh Allah. Riwayat ini cukup populer dikutip dalam berbagai sumber, namun karena status kesahihan sanadnya tidak ditemukan secara jelas dalam kitab-kitab hadits standar, sebaiknya keutamaan spesifik tersebut dipahami sebagai riwayat yang beredar di kalangan ulama, bukan sandaran pasti yang disepakati ketat oleh ahli hadits, cukuplah bersandar pada keutamaan umum sebagai bagian dari Ka’bah sebagaimana hadits riwayat Aisyah RA di atas.
Tanya Jawab Seputar Keutamaan Hijir Ismail
Apakah shalat di Hijir Ismail sama nilainya dengan shalat di dalam Ka’bah?
Karena Hijir Ismail termasuk bagian dari Ka’bah berdasarkan hadits shahih di atas, maka shalat di area ini pada dasarnya bernilai sebagaimana shalat di dalam Ka’bah, yang disebutkan sebagian ulama memiliki keutamaan khusus mengingat kesucian tempat tersebut sebagai bangunan ibadah pertama dan kiblat seluruh umat Islam.
Apa amalan yang dianjurkan dilakukan jamaah haji dan umrah di Hijir Ismail?
Jika memungkinkan di tengah kepadatan jamaah, dianjurkan untuk shalat sunnah dua rakaat dan memperbanyak doa di tempat ini, mengingat kedudukannya sebagai bagian Ka’bah serta riwayat-riwayat yang menyebutkan keutamaannya sebagai tempat yang baik untuk berdoa.
===
Referensi:
– HR. Tirmidzi (shahih, dari Aisyah RA)









