Daily Muslim
  • News
  • Guideline
    • Bersuci
    • Shalat
    • Puasa
    • Haji dan Umrah
    • Hukum Islam
    • Pernikahan
    • Jual Beli
    • Kurban
    • Wakaf
  • Lifestyle
  • Insight
  • Muslimah
  • Parenting
  • Doa Islami
No Result
View All Result
  • Al-Qur’an Digital
  • Jadwal Shalat & Imsakiyah
  • Kalkulator Zakat
Daily Muslim
  • News
  • Guideline
    • Bersuci
    • Shalat
    • Puasa
    • Haji dan Umrah
    • Hukum Islam
    • Pernikahan
    • Jual Beli
    • Kurban
    • Wakaf
  • Lifestyle
  • Insight
  • Muslimah
  • Parenting
  • Doa Islami
No Result
View All Result
Daily Muslim
No Result
View All Result
  • Al-Qur’an Digital
  • Jadwal Shalat & Imsakiyah
  • Kalkulator Zakat
Home Guideline Bersuci

Hukum Mencukur Bulu Kemaluan dalam Islam: Dasar Hukum, Dalil, dan Pandangan Ulama

by Daily Muslim
1 November 2025
Person Holding Stainless Steel Faucet
Share ke WAShare ke TelegramShare ke FB

Mencukur bulu kemaluan merupakan salah satu tindakan yang sangat dianjurkan dalam Islam sebagai bagian dari menjaga kebersihan dan fitrah manusia.

Tidak hanya soal kebersihan, mencukur bulu kemaluan juga termasuk sunnah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW berdasarkan dalil-dalil shahih.

Daftar Isi

Toggle
  • Dasar Hukum dan Dalil
  • Penjelasan Para Ulama
    • Baca Juga
    • Hari Raya Idul Fitri 2024 Tanggal Berapa?
    • Hukum KB dan Vasektomi dalam Islam: Apa Bedanya?
  • Kesimpulan

Dasar Hukum dan Dalil

Dalil utama yang menjelaskan hukum mencukur bulu kemaluan terdapat dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar, Rasulullah SAW bersabda:

الْفِطْرَةُ قَصُّ الْأَظْفَارِ وَأَخْذُ الشَّارِبِ وَحَلْقُ الْعَانَةِ

“Termasuk fitrah adalah memotong kuku, memotong kumis, dan mencukur bulu kemaluan.” (Hadits Sunan An-Nasa’i No. 12 – Kitab Thaharah)

Hadits tersebut menunjukkan bahwa mencukur bulu kemaluan termasuk salah satu perkara fitrah yang dianjurkan untuk dijaga dalam Islam.

Rasulullah SAW juga memberikan batas waktu agar tidak lebih dari 40 hari seseorang membiarkan bulu kemaluannya tumbuh tanpa dicukur, agar terjaga kebersihan dan kesehatan:

وُقِّتَ لَنَا فِي قَصِّ الشَّارِبِ وَتَقْلِيمِ الْأَظْفَارِ وَنَتْفِ الْإِبِطِ وَحَلْقِ الْعَانَةِ أَنْ لَا نَتْرُكَ أَكْثَرَ مِنْ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً

“Waktu yang diberikan kepada kami untuk mencukur kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, memotong bulu kemaluan adalah tidak lebih dari empat puluh malam (sehingga tidak panjang).” (Hadits Shahih Muslim No. 379 – Kitab Thaharah)

Penjelasan Para Ulama

Para ulama sepakat bahwa mencukur bulu kemaluan adalah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) bagi pria maupun wanita.

Namun, ada perbedaan dalam metode pencukurannya di kalangan berbagai mazhab:

  • Mazhab Hanafi lebih menyarankan mencabut bulu kemaluan.
  • Mazhab Maliki cenderung menganjurkan mencukur bulu kemaluan.
  • Mazhab Syafi’i membedakan antara wanita muda yang dianjurkan mencabut dan wanita lanjut usia yang boleh mencukur.

Hikmah dari mencukur bulu kemaluan adalah untuk menjaga kebersihan, menghindari penumpukan kotoran yang bisa menjadi sarang penyakit, serta untuk menjaga kenyamanan dan kesopanan diri yang selaras dengan prinsip kebersihan dalam Islam.

Baca Juga

Hari Raya Idul Fitri 2024 Tanggal Berapa?

Hukum KB dan Vasektomi dalam Islam: Apa Bedanya?

Kesimpulan

Mencukur bulu kemaluan adalah amalan sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Selain merupakan bagian dari fitrah manusia yang harus dijaga, tindakan ini juga menjaga kebersihan tubuh dan kesehatan.

Dalilnya jelas dari hadits shahih, dan para ulama sepakat akan keutamaannya dengan perbedaan kecil terkait metode pencukurannya.

Saatnya Ngaji Tanpa Distraksi!

Akses Al-Qur'an Digital gratis! Gak perlu install, gak perlu daftar, 100% bebas iklan. Tersedia juga audio murottal dari Qori favoritmu.

Akses Sekarang

Artikel Terkait

Siluet seseorang shalat di ruangan temaram malam hari, ilustrasi hukum shalat tahajud dan qiyamul lail

Hukum Shalat Tahajud & Qiyamul Lail dalam Islam

by Daily Muslim

Shalat tahajud dikenal sebagai salah satu ibadah malam yang paling utama setelah shalat fardhu. Apa...

laki-laki dengan pakaian rapi

Apa Itu Mubah dalam Islam? Ini Definisi dan Contohnya

by Daily Muslim

Hey, guys! Pernah denger tentang istilah "mubah"? Nah, di dalam Islam, ada banyak hukum yang...

langit sore hari

Batas Waktu Sholat Maghrib: Dalil & Pendapat Ulama

by Daily Muslim

Batas waktu sholat Maghrib kerap menjadi pertanyaan: dimulai kapan dan berakhirnya kapan? Secara umum, para...

Load More

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jadwal Shalat & Imsakiyah Jumat, 30 Oktober 2026
Kota Jakarta
--:--:--
Menuju waktu...
Imsak 03:59
Subuh 04:09
Dzuhur 11:40
Ashar 14:54
Maghrib 17:49
Isya' 19:00
Sumber: Bimas Islam Kemenag RI

Artikel Terbaru

Kaligrafi emas bertuliskan Bismillahirrahmanirrahim di atas kertas dengan palet cat emas, ilustrasi artikel kapan membaca basmalah lengkap dan kapan cukup bismillah saja

Kapan Mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim” dan Kapan Cukup “Bismillah” Saja?

Jamaah haji berpakaian ihram putih menghadap Ka'bah di siang hari, ilustrasi keutamaan haji mabrur

Keutamaan Haji Mabrur dan Dalilnya

Riak air tenang membentuk lingkaran konsentris, ilustrasi keutamaan menahan amarah dalam Islam

Keutamaan Menahan Amarah dan Dalilnya

Papan penunjuk arah kayu dengan anak panah di tengah alam terbuka, ilustrasi keutamaan amar ma'ruf nahi mungkar

Keutamaan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar dan Dalilnya

Seorang guru membimbing murid-muridnya di dalam kelas, ilustrasi adab kepada guru dalam Islam

Adab kepada Guru dalam Islam dan Dalilnya

Seedbacklink
  • Tentang
  • Hubungi
  • Periklanan
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
Popup image
  • News
  • Guideline
    • Bersuci
    • Shalat
    • Puasa
    • Haji dan Umrah
    • Hukum Islam
    • Pernikahan
    • Jual Beli
    • Kurban
    • Wakaf
  • Lifestyle
  • Insight
  • Muslimah
  • Parenting
  • Doa Islami