Nabi Dawud ‘alaihissalam dikenal memiliki pola ibadah puasa dan shalat malam yang disebut Rasulullah sebagai yang paling dicintai Allah. Berikut dalil-dalil lengkap keutamaannya.
Teks Hadits Utama
Dari Abdullah bin Amr bin Al-‘Ash RA, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Puasa yang paling dicintai Allah adalah puasa Dawud. Beliau berpuasa sehari dan tidak berpuasa sehari. Dan shalat yang paling dicintai Allah adalah shalat Dawud. Beliau tidur seperdua malam, lalu bangun sepertiganya, kemudian tidur lagi seperenamnya.” (HR. Bukhari no. 1131 dan Muslim no. 1159)
Diberi Kitab Zabur dan Suara yang Indah
وَآتَيْنَا دَاوُودَ زَبُورًا
Artinya: “…dan Kami berikan Zabur kepada Dawud.” (QS. Al-Isra: 55). Para mufassir menjelaskan Nabi Dawud juga dikaruniai suara yang sangat merdu, sampai-sampai gunung-gunung dan burung-burung ikut bertasbih bersamanya (QS. Saba: 10).
Diangkat Sebagai Khalifah di Bumi
يَا دَاوُودُ إِنَّا جَعَلْنَاكَ خَلِيفَةً فِي الْأَرْضِ فَاحْكُم بَيْنَ النَّاسِ بِالْحَقِّ
Artinya: “Wahai Dawud, sesungguhnya Kami menjadikan engkau khalifah (penguasa) di bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil…” (QS. Shad: 26)
Tanya Jawab Seputar Keutamaan Nabi Dawud
Mengapa pola puasa dan shalat Nabi Dawud dianggap paling ideal?
Para ulama menjelaskan pola ini dianggap paling seimbang karena tubuh dan jiwa tetap mendapatkan haknya untuk beristirahat di sela-sela ibadah, berbeda dengan puasa atau ibadah terus-menerus tanpa jeda yang justru berisiko membuat seseorang kelelahan hingga akhirnya berhenti total. Keseimbangan inilah yang membuatnya menjadi pola ibadah yang paling dicintai Allah.
Apa keahlian lain yang dimiliki Nabi Dawud selain kenabian?
Nabi Dawud dikaruniai keahlian melunakkan besi dengan tangannya sendiri tanpa api, yang beliau gunakan untuk membuat baju besi sebagai alat pelindung diri (QS. Saba: 10-11 dan Al-Anbiya: 80), menjadikannya juga dikenal sebagai perintis kerajinan besi dalam sejarah umat manusia menurut tafsir sebagian ulama.
===
Referensi:
– HR. Bukhari no. 1131 & Muslim no. 1159 (dari Abdullah bin Amr bin Al-‘Ash RA)
– QS. Al-Isra: 55; QS. Saba: 10-11; QS. Shad: 26; QS. Al-Anbiya: 80









